Assalamu'alaikum, salam sejahtera bagi kita semua...

SELAMAT DATAAAANG ...
Selamat menikmati blog sederhanaku ..

-Luph U All-

Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Pulang Kampung itu…

stasiun kediri

Setiba di stasiun, wanita berwajah keibu-ibuan menantiku dengan motor yang ia tumpangi. Di sisi lain, ada lelaki berwajah keayah-ayahan menantiku dengan mobil tua yang ia tunggangi. Nah, dua orang sama-sama menantiku. Wanita itu bernama ibuku. Sedang lelaki itu bernama ayahku. Seringkali seperti itu. Jika anak gadisnya pulang kampung, tidak ada koordinasi jelas siapa yang akan menjemput. Akhirnya, aku harus memilih satu di antara keduanya. Alhamdulillah keadaan seperti ini tidak membuat mereka beradu untuk memperebutkanku. Meski akhirnya jatuh pada pilihan di antara keduanya, bagi yang tak terpilih pun juga tidak ada dendam. Keduanya bisa saling mengerti.

Belum sampai di rumah, entah aku bersama ibuku atau ayahku, keduanya selalu menawarkan untuk makan sebelum menginjak rumah. Wah, menyenangkan sekali. Tawaran makan di luar rumah itu sudah menjadi hal biasa karena kedua orang tuaku adalah buruh pemerintah yang jarang makan di rumah.

Setiba di tempat makan. Mereka selalu menawariku untuk memilih menu ‘amis’, seperti ikan, ayam, atau telur. Ah, telur tidak sering sih, paling sering ditawari daging. Kalau aku memilih tempe atau telur, mereka mempertanyakan lagi keyakinanku. Ya, bagi mereka anak kos harus perbaikan gizi. Bagiku, lebih tepatnya makan enak, karena tempe pun juga bergizi.

Hm.. cap sebagai anak kos yang jarang dapat uang kiriman seperti aku ini seringkali menjadi tamu agung jika pulang ke rumah. Wajar jika akhirnya untuk menu makanan, aku memiliki kekuasaan penuh untuk dituruti. Mulai dari makan ayam, ayam, ayam, dan ayam (beruntung mukaku tak serupa ayam) hingga makan durian, durian, durian, dan mendem durian (jatuh sakit, oh NO!). Ya, aku bahagia soal makanan.

selamat datang di rumah :)
Namun, di sisi kebahagiaan itu, aku pun sering menahan lapar. Bangun pagi, makanan belum ada, kedua orang tuaku sibuk bersiap diri berangkat kerja. Akhirnya, aku harus berburu makan sendiri. Siang, mereka menyempatkan pulang ke rumah untuk mengantarkan makanan, meski kadang mereka tidak menyempatkannya, lalu lagi-lagi aku harus berburu makanan sendiri. Nah, masa-masa jam seperti inilah tamu agung sepertiku sudah tak lagi agung. Mereka tiba di rumah, rumah harus bersih dan rapi. Jika tidak, selalu muncul lontaran, “Di rumah kok cuma malas-malasan?” Paling sering, mereka pulang ke rumah hanya untuk berkomentar, “Awan-awan, perawane kok sik turu? (Siang-siang, perawannya kok masih tidur?).” Sore, mereka tiba di rumah, keduanya sibuk ngurusi TPA di masjid.  Malam, kadang mereka ada di rumah, kadang punya acara di luar, entah ikut pengajian lah, entah ada acara apa pun lah. Kalau pun di rumah, paling sering, ya, nonton televisi. Isya berakhir, biasanya ibu memilih tidur, abah pergi masih dengan kesibukannya, entah di masjid, pos kamling, atau di rumah kawannya. Rasanya suram sekali. Bertemu mereka hanya sebentar. Sudah jarang pulang kampung, di rumah pun jarang bertemu.

Tapi, setidaknya bisa melihat mereka berdua setiap hari sudah menjadi satu kebahagiaan. Apalagi kalau hari libur, mereka merencanakan untuk berlibur entah itu ke pantai, karaokean, atau jalan-jalan entah ke mana. Yah, kejutan seperti itu seringkali ada meski hanya 1 dari 10 kemungkinan.

Jika akhirnya aku memilih untuk mencari hiburan dengan kawanku. Ibu seringkali berkirim pesan “Di mana?”, “Posisi?”, dan lain-lain. Padahal, kalau aku di rumah, aku jarang dianggap. Haduh! Tapi, ini menunjukkan sebenarnya ibu ingin menghabiskan waktu denganku ketika ia tiba di rumah, Hehe. Ibu kepingin ketika dia tiba, anaknya menyambut kedatangannya. Ya, kupikir seperti itu.

Ketika akhirnya aku merencanakan tanggal balik ke Yogyakarta, seringkali ibu menghasutku untuk menunda. Bahkan, terkadang ibu menghasutku untuk bolos kuliah sehari atau dua hari. He. Mungkin, ini karena aku jarang pulang kampung.

Bukan berarti aku harus pulang kampung lebih sering. Ibu selalu mendukung kegiatanku, bahkan ia lebih sepakat aku banyak kegiatan (asal bermanfaat) daripada keseringan pulang ke rumah enggak ngapa-ngapain. Kecuali, di rumah ada acara tertentu yang mengharuskanku untuk menghadirinya. Yang jelas, tidak pernah ada paksaan, ibu selalu mengerti keadaanku jika akhirnya aku tak bisa pulang ke rumah segera. Meskipun hampir dapat dipastikan seminggu sekali selalu ada pesan darinya “Ibu kangen”. (bajigur! Aku nangis saat nulis paragraf ini). Jadi pengen pulang kampung…. Huwaaaaaaaaaaaaaaaa :'(
'
Itu saja kisah pulang kampungku. Mana kisah pulang kampungmu?

kediri oh kediri
#Semoga tahun depan aku bawa lelakiku pulang ke kampungku, hwaaaak :D

Rabu, 27 Februari 2013

Cinta atau Sayang?



Senin (25/02), Gedung Kuliah 1 Fakultas Bahasa dan Seni di ruang 312 kalau tidak salah. Hari itu salah satu kawanku, Pius, dia mengungkapkan misinya bahwa ia sedang melakukan survei pada beberapa wanita. Kali itu, ia sedang mendekati Eci-Pius bilang Eci adalah wanita jenis agak kelaki-lakian. Aku duduk di depan mereka. Sengaja, aku tak menyimak obrolan mereka. Entah apa yang mereka obrolkan kala kuliah Sosiolinguistik berlangsung saat itu, yang jelas mereka cukup berisik. Sempat, Eci mengusikku dengan pertanyaan “Kalau ditembak cowok, milih katakan cinta atau sayang?”. Aku berpikir lama untuk itu, namun aku putuskan untuk tak menjawabnya.
Hari ini, Rabu (27/02), di gedung yang sama, namun di ruang yang berbeda, yaitu 301. Lagi-lagi, Pius di belakangku. Ia menanyakan kembali pertanyaan yang pernah dilontarkan Eci. Aku rasa aku menjadi salah satu wanita yang disurvei, entah pada tataran wanita jenis apa hingga aku dijadikan sampel si Pius.
Pertanyaan pertama, “Kalau ditembak cowok, milih katakan cinta atau sayang?”. Aku jawab, “Cinta.”
Pertanyaan kedua, “Ketika menyatakan cinta pada perempuan, perlukah menggunakan media seperti boneka, bunga, atau apa pun?”. Aku jawab, “Tidak. Termasuk media SMS, itu tidak. Lebih baik secara langsung, tatap muka.”
Dua pertanyaan itu yang kuingat. Pius mengucapkan terima kasih, itu tanda survei yang dia lakukan sudah selesai.
“Hanya itu?” pikirku.
Entahlah, kenapa dia tak mencoba menanyakan alasanku? Kupikir survei akan lebih pas bila disertai alasan. Toh, pertanyaan cuma ada dua. Tapi, ya, itu terserah dia juga.
Tiba-tiba, dia kembali bertanya, “Zodiakmu apa?”. Aku jawab, “Scorpio.” “Woo, kalajengking,” timpalnya.
Entahlah, aku tak mengerti apa tujuan dari surveinya itu. Yang jelas dia sedang tidak membuat skripsi.
Dari pertanyaan yang dilontarkan Pius, aku mulai menangkap bahwa cinta dan sayang dibedakan. Entah bagaimana perbedaan posisi keduanya. Aku menjawab “Cinta” karena memang kupikir untuk masa pertama kali “menembak”, akan lebih pas kata “cinta”, bukan “sayang”. Kenapa? Ah, sayangnya Pius tidak menanyakan alasanku, aku jadi enggan untuk menjelaskannya.
Satu hal yang kemudian akhirnya membuatku memilih “cinta” adalah….
“Aku tak setuju kalau kau bilang bahwa cinta tak butuh alasan, tapi kalau kaukatakan bahwa cinta tak harus nyata dalam kata, aku sepakat. Juga jika kau katakan bahwa cinta tak harus berbalas. Kuungkapkan semua karena aku percaya bahwa cinta itu sangat rasional. Kita pasti punya alasan mengapa kita mencintai seseorang atau sesuatu. Itulah sebabnya mengapa aku katakan jangan sampai kau dibutakan oleh cinta. Cinta tak hanya memberi, apalagi hanya menerima. Cinta adalah paduan antara keduanya. Memberi dan menerima. Kau paham, bukan? Kita harus punya alasan mengapa kita mencintai seseorang atau sesuatu. Kau mesti tahu bahwa orang yang berkata dia mencintai sesuatu tanpa alasan adalah bodoh.” (Sekumpulan Surat kepada Cinta: 55-56)
Satu hal, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), posisi “cinta” memiliki pengertian yang lebih tinggi dibanding “sayang”. Cinta menurut KBBI adalah sayang benar. Lihatlah, ada kebenaran dalam cinta, yaitu sayang. Bukan berarti aku menolak “sayang”. Aku hanya lebih memilih “cinta”. Ya, aku memilih cinta dan dia-yang di Jakarta.
Dua hal selanjutnya, aku berharap Pius berbagi kesimpulan dari hasil surveinya.
Salam cinta!

Jumat, 14 September 2012

Sentuhan Cerita dalam Drama #1

Terhitung cukup lama enggak update tulisan nih. Ya, nengok bentar, ah. Bagi-bagi apa gitu.

Sekarang aku sedang masa terombang-ambing, kadang semangat, kadang goyah. Belum bisa mengambil keputusan.

Oiya, semester ini akan ada masa bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dari Universitas Negeri Yogyakarta untuk mengikuti mata kuliah kajian drama. Keluaran dari mata kuliah itu adalah menampilkan pertunjukan teater. Deng dong..

Berdasarkan kisah  para sesepuh yang mengikuti mata kuliah ini sih bilangnya akan menyita banyak waktu, namun menyenangkan. Dosen-dosen pun juga mengiyakan bahwa efek dari persiapan pementasan drama akan ada masanya juga, seperti tugas yang belum diselesaikan, mengantuk dalam kelas, terlambat datang, dan lain-lain. Namun, kupikir itu permasalahan yang pada umumnya dialami mahasiswa sekalipun tanpa sedang dalam keadaan mengikuti persiapan pementasan drama.

Awalnya aku sepakat dengan isu yang beredar bahwa pementasan drama ditiadakan. Alasannya karena terlalu berlebihan dalam hal pementasan, terlalu mewah, dan terkesan berlomba-lomba paling meriah acaranya, samapi-sampai menguras duit banyak, oh kapitalis. Huhu... Tapi setelah menjalani sedikit demi sedikit, aku pikir persiapan pementasan drama ini akan menyenangkan. Aku yakin hal itu. 

Akan tetapi, ya, tudak dapat dipungkiri bahwa baru saja memulai sudah dihadapkan pada suatu keadaan yang bikin jengkel, muak, sebel, ribet, beda pendapat, dan lain-lain. Namun, dengan sepenuh keyakinan aku yakin ini akan menjadi satu cerita yang berkesan untuk nantinya. Aku yakin, para alumni yang pernah mengikuti mata kuliah kajian drama ini seringkali merindukan masa-masa persiapan pementasan drama itu. Selalu ada cerita di dalam prosesnya. Dan proses itulah yang memberikan nilai keindahan. Kita lihat saja nantinya akan seperti apa.

Hmm.. semrawut sudah tulisanku sepertinya. Ah, setidaknya aku sudah menengok lapakku yang mulai berdebu. Hee..

Sudah dulu, ya. Salam!

Senin, 23 Juli 2012

Tuhan Memeluk Mimpi-Mimpiku

Puasa.. jam segini perutku udah rewel, haha..
Entah kenapa sedari pagi aku googling, search lomba gratis berhadiah gede, search bisnis online modal Rp 0,- penghasilan jutaan, search lowongan bla bla bla.. ujung-ujungnya yang di search itu.. ya itu.. DUIT. Haha...

Emang gak bisa dipungkiri kalo aku butuh duit. Duniawi? so what? punya duit ngibadah juga gampag coy, ya nggak?

Pengen nganter ortu untuk haji?
ngasih rumah untuk ortu?
modal nikah dan berkeluarga?
biayain kuliah sendiri?
Pake duit coy! Lu pikir pake apa? Haha..
Santai, aku gak mo ngajakin ente buat ikutan bisnis jual mimpi ama aku kok. Hihi...

Beberapa artikel yang ku baca, lumayan lah menginspirasiku untuk berusaha mewujudkan mimpi-mimpiku.
Mungkin ini konyol, tapi kupikir bagus.

Jurusan pendidikan nih, nyicil lah ngajar jadi pengajar, bagi-bagi ilmu. Nulis buku juga asik nih, sampe best seller. Dapet duit buat nyeleseien kuliah. Udah lulus, tetep ngeksis nulis buku nih. Dapet duit buat modal nikah. Calonnya? hmm.. calon Mr. Suami udah jadi tenaga pendidik, lumayan lah, niat ibadah bagi-bagi ilmu ke anak orang, dapet imbalan dari Allah, yang kalo digabung cukup untuk nikah.

Gak pake resepsi juga gak masalah, yang penting sah. Kalo perlu, nikah di bulan Ramadhan. Resepsinya buber aja, sekalian reuni. Memberi makan berbuka bagi orang puasa, dapat pahala kan? bulan Ramadhan, lho.. penuh berkah, ya dimanfaatin. (Soal duit jangan terlalu beban dipikir di depan deh. Biasanya motivasi mencari nafkah itu semakin besar sesuai keadaan, apalagi dalam keadaan membina hubungan rumah tangga, insyaAllah motivasi tinggi. Optimis!)

Udah nikah, tinggal di mana? Cari kontrakan dulu deh, kalo mentok duit seret, jadi pengelola kos-kosan (kebetulan syaratnya harus pasangan suami istri), lumayan kan udah dapet tempat tinggal. Jadi pengelola kosannya siapa? cari noh di koran :p
Ah, tapi nggak. Minimal ngontrak deh.

Kebetulan dapet beasiswa S2 nih, waah lumayan. Udah punya suami, tapi tetep sekolah, gak masalah kan? Oh, gak masalah. Mr. Suami pengertian kok!

Wadoh, hamil. Gak apa, alhamdulillah, tetep kuliah, semangat belajar. Nyambi hamil, nyambi kuliah, tetep bagi-bagi ilmu deh, nulis buku, best seller lagi, royalti oh royalti. Patungan bareng suami nih, bisnis meeen.. apa ya?

Buka rental dan fotokopian, kebetulan rumah udah keboyong, dapet di daerah strategis, deket kampus dan perkantoran, hahaha... Sampingannya (sampingan yang serius) servis komputer, laptop, melayani jual beli, dsb. O RAHMAIN.COM. Gimana? Lha Alicom? Ganti nama lah. Keren kan? hohoho... Ngajakin sodara-sodara yang demen hal ihwal percetakan buat kerja sama, waaah usaha makin jaya, makan lancar.

Usaha lancar, masih bisa bantuin adikku dan adik-adik iparku sekolah tinggi. Ngirimin ortu dan mertua per bulan, dan jangan lupa sedekah. Lagi hamil, ngidamnya ngidam sedekah. Hihi...
Bayi udah lahir. Sehat. Lucu. Selamat datang. Lahiran, kemungkinan duit ngepas nih. Nambah deh, muter duit. Nyoba jadi agen koran, pembayaran listrik, pulsa. O RAHMAIN Agency. Bagus gak?

Anak udah mulai gede, kuliah S2 mau kelar.
Lulus S2. Jadi dosen. Pemasukan tambah nih. Apalagi bukuku yang kesekian kalinya udah laris manis nis nis. Hmm...

Ok, pemasukan bisa buat bantuin ortu dan mertua. Lumayan bisa buat modal buat bisnis. Mertua jago masak, bisnis kuliner donk. Ortuku? bisnis kuliner juga boleh lah, sambel bikinan babe jos mantyap jaya! (kok sendiri-sendiri? yaa.. kan beda kota, satunya di timur, satunya di tengah :p)

Semua berjalan lancar. Tapi kemungkinan untuk molak-malik pasti ada. But, all is well.. yang penting ngidamnya sedekah. Hah? ngidam? hamil lagi? Ups!

bersambung....

Sabtu, 14 Juli 2012

Tak Selamanya Diam itu Emas: Action!

Haloo..
Hari ini badanku sudah cukup membaik. Pagi ini aku lebih banyak menghabiskan di ranjang alias tidur puanjaaang. Usai kucukupkan diri tidur kemudian mengumpulkan nyawaku kembali. Aku beranjak mandi, sholat duhur, kemudian makan siang bersama someone special. Sebelum makan siang, beli jus dulu. Haha.. gaya banget sih? kayaknya gak penting. Aku cuma mo bilag kalo hari ini aku nonton film, bagus!

Filmnya berjudul Bond of Silence.
Bond of Silence

Yang jelas, film itu terinspirasi dari kisah nyata.
Ceritanya begindang..

Ada pasangan suami istri yang harmonis sekali. Mereka bernama Katy dan Bob.
Bob
Katy
Mereka punya 2 anak, kembar. Satu laki, satu perempuan. Mereka keluarga yang harmonis. Suatu moment tahun baru. Mereka merayakan tahun baru dengan teman-teman mereka. Kebetulan, di depan rumah mereka juga ada pesta, tapi bedanya, yang pesta itu anak-anak muda. Nah, si Bob dan kedua kawannya mencari Shamen, pemilik rumah yang sedang mengadakan pesta di rumahnya (pesta anak muda). Pas Bob buka salah satu kamar, di dalamnya ada banyak anak muda. Bob meminta mereka semua bubar. Sebagian ada yang keluar, sebagian ada yang merasa tertantang. Hyaaaat... Duaaaar... tahun baru tlah tiba. Katy merasa gelisah karena suaminya tak balik-balik juga. Hingga akhirnya, kedua teman yang berada di rumah Shamen menemukan Bob dalam keadaan tergeletak. Segera ia dibawa ke rumah sakit, namun ternyata ia tak dapat diselamatkan, mati.

Setelah diotopsi, Kematian Bob diakibatkan karena dibunuh. Detektif pun mulai beraksi. Dilakukan tanya jawab dengan beberapa orang yang berada dalam kamar tersebut. Bla bla bla... beberapa orang dalam kamar tersebut saling menutupi karena orang yang memukuli Bob adalah kawan mereka. Orang tua dari mereka juga berusaha mencegah usaha polisi dan detektif saat melakukan interogasi. Yah, namanya juga orang tua. Percaya kalo anaknya gak mungkin membunuh, wajar kalo akhirnya mereka melindungi anaknya dan berusaha untuk tidak mau tahu dengan peristiwa tersebut. Namun, di antara mereka pasti ada yang tekanan batin kan? Hingga akhirnya, di antara mereka ada yang lapor polisi. Tertangkap! Tapi hanya satu. Padahal, yang memukuli mereka tidak hanya satu. Siapakah pelaku lainnya?

Nonton sendiri aja deh, seru kok. Yang pasti nggak bakalan menyangka deh kalo endingnya seperti itu. Hehehe...
Kalo berdasarkan kisah nyata. Akhirnya Katy menjadikan Kisah Bob sebagai pembelajaran bagi kaum remaja. Ia menjadi pembicara di mana-mana, bahkan ditemani dengan pelaku yang membunuh suaminya.

Selamat nonton...

Selasa, 03 Juli 2012

Semut Oh Semut.. .(dari kerajaan semut hingga perang dunia semut)


Banyak semut di rumahkuuu…
Gara-gara kamuuu…

Entahlah, “kamu” itu siapa? Banyak semut itu gara-gara siapa? Ya, mungkin gara-gara kamu dan kamu itu adalah semut. Hiks..
Tiba-tiba aku sangat benci dengan semut. Aku lho diem, gak cari gara-gara, tapi semut selalu datang semaunya dan mengusik hidupku. Kemarin, aku dapet brownies dari kang mas ainyuuuul inyul unyul unyu-unyuuuu baungetz. Lezat sekali. Nih…
brownies Amanda dari mas Ainul Ilmi
 Tapi, semut menggagalkan kenikmatan itu. Lihatlah…
browniesku disemutin, hiks :(
Semalam suntuk aku mengusir mereka. Untuk tampilan luarnya memang segerombolan semut kelihatan keluar dan pergi. Tapi ternyata, ada semut yang menyelinap di selipan brownies itu. Banyak banget, hrrr…. Aku berharap mereka keluar dari brownies itu. Aku ketok-ketok, beberapa keluar dari brownies dan pergi, beberapa masih bertahan di dalamnya. Tahu gak? Proses itu membuat browniesku berantakan, bentuknya tak lagi cantik, remuk, hiks..

Tapi, saat itu yang terpikir adalah bagaimana caranya agar aku bisa makan brownies itu lagi. Aku ketok-ketok terus dan membiarkannya jika masih ada semut yang bersarang. Cukup meminimalisir keberadaan mereka yang di dalam saja. Meskipun masih ada semut di dalam, aku yakin mereka tak akan mampu menghabiskan browniesku sebanyak ini.

Karena kertas lemeknya udah hancur, aku menggantinya dengan tisu. Satu per satu aku masukkan ke dalam kotakan lagi. Aku tutup rapet, mau aku beri karet, tapi gak ada karet yang muat. Akhirnya aku bungkus dengan tas kresek. Aku klip rapeeeet. Kayak gini…
brownies dengan segala bentuk pengamanan
Paginya, aku mo sarapan pake brownies, he.. gaya dikit lah. Pas aku buka, semut-semut itu bergerumbul di tisu paling atas, gak begitu banyak sih, tapi lumayan lah. Karena sebelumnya aku isi kotakan itu dengan tumpukan tisu, maka dengan mudah aku bisa membuang semut-semut itu. Hingga saat tiba, pada proses menemukan brownies tersebut, alhasil tak ada semut di dalamnya. Hihi.. lihatlah…
browniesku enak lagi, hmm :)
Dan aku bisa menyantapnya.
Aku berharap semut-semut itu tidak meninggalkan telur dalam brownies itu. Uhuk..

Buat kalian yang pernah mengalami hal yang sama denganku. Ini ada beberapa tips yang mungkin bisa kalian gunakan agar makanan favorit kalian tidak diganggu semut-semut nakal. Semut bisa datang dari arah mana saja. Mau disembunyikan di mana pun mereka bisa menemukan dan mereka datengnya gak tanggung-tanggung, lho! Beraninya keroyokan, serius!

Berikut ada beberapa langkah yang bisa digunakan, silakan pilih, silakan dipraktikkan!

Pertama, jangan biarkan makanan ditempatkan di tempat terbuka. Tutup rapaaaat sekali. Taruh lemari es juga bagus. Tapi sepertinya ini butuh modal, buat yang punya aja deh, haha.. yang gak punya, suatu hari nanti lah.

Kedua, jangan biarkan bungkusnya terkena hal-hal yang bisa memancingnya datang. Semisal, abis pegang madu, pegang bungkus yang di dalamnya ada kue. Semut bakal terpancing untuk menjilati tuh bungkus karena ada sisa madu yang menempel di sana.

Ketiga, lindungi makananmu dengan garis batas menggunakan kapur semut.

Keempat, kalo udah bener-bener gemes. Kita basmi sarangnya saja. Ditelusiri macam detektif dan semprot sarangnya dengan semprotan insektisda atau diguyur air panas. Sebenernya kejem banget ya? Tapi, ya buat yang tega, monggo…

Kelima, taruh makanan di deket yang panas-panas, semut-semut bakal minggir.
Mungkin cuma itu sih. Buat kalian yang tau ada tips lain lagi, bisa berbagi tips di “komentar”, hehe..

Dasar semut!

Tapi dia hebat ya? Tahuuuu aja ada makanan, padahal udah disembunyiin. Tapi pernah lho, suatu kejadian aku naruh makanan di meja putih, alhasil mereka gak mau deketin makananku. Tapi kalo di meja berwarna coklat, seringkali diserbu. Hrrr... entah kenapa?

Mungkinkah semut suka warna coklat?

Lalu bagaimana mereka bisa mendeteksi makanan?
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Untuk soal penglihatan dia jago, lho! Selain itu, semut termasuk serangga yang memiliki keistimewaan indra penciuman. Gak hanya itu, mereka bisa mendeteksi makanan juga karena mendapat informasi dari kawanan semut yang lain. Pernah lihat semut tabrakan dengan semut yang lain? mereka lagi saling menyapa mungkin ya, sampai-sampai kegiatan mereka dijadikan sebagai motivasi salam semut. Ternyata eh ternyata proses tabrakan itu ada proses komunikasi. Mengabarkan kalau ada mangsa yang bisa diserbu.

“Ada mangsa mantap di ujung sana. Segera berangkat. Sampai jumpa,” kurang lebih seperti itu jika suara mereka terdengar dan diterjemahkan ke dalam bahasa manusia.

Pantesan aja mereka seringkali datengnya keroyokan. Proses penyebaran informasinya aja secepet itu, sekali ketemu kawanan langsung dikasih tau. Pantesan juga gak ada media massa di kerajaan semut. Proses komunikasinya melalui mulut ke mulut sih, hihi…

Nah, alat komunikasi mereka adalah antena semut. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan, lho! Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya. Yah, semacam kagguru, sudah punya kantong. Jangan-jangan ada doraemon versi semut yang punya kantong ajaib nih!

Berikut ada gambar yang aku dapat dari hasil googling...
semut dari jarak dekat, hiii menjijikkan

Kalo semut kemakan?
Abis lihat gambar di atasa, pasti rasanya gak pengen makan deh. Tapi pernah kemakan kan? Rasanya pedes. Haha.. ya nggak? Pernah makan rambutan kan? Kalau pas gigit kulitnya, gak tau ada semut item ngumpet, terus kegigit, rasanya pedes, hihi.. Tapi kalo emang kemakan, gak bakal bikin kerajaan semut di perut kok. Kan di lambung ada asam lambung, jadi semut udah mati duluan kena asam lambung, he…

Kalau dilirik dari segi agama, semut juga ikutan nimbrung, lho! Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah, Muhammad bersabda, "Ada seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan umatnya untuk mendatangi sarang semut kemudian membakarnya. Tetapi, kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya, "Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih." (Hadits shahih Imam Muslim No.4157)

Mencoba mencari tahu bukti semut bertasbih dan aku nemu gambarnya aja, dan ini unik. Lihatlah…
dok. istimewa
dok.istimewa

Selain itu, dalam kitab suci Kristen (Alkitab) khususnya dalam bagian Perjanjian Lama yaitu Kitab Amsal 6:6-11, umat Kristen diajarkan untuk mencontohi teladan semut, lho! Baik dalam etos kerjanya maupun dalam ketaatan kepada pemimpin, ketekunannya dalam menghadapi rintangan, kepekaan terhadap sekitarnya, serta kebersamaan hidup dalam koloninya. Ini adalah hal yang baik, bukan saja bagi pengentasan kemiskinan, tetapi juga dalam relasi dan budaya gotong royong yang mulai lenyap ditelan sikap individualis yang kian merajalela.

Kutipan Amsal 6:6-11, "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makananannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring"- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang tak bersenjata.
Keren ya.. semut oh semut..

Pernah dengar kerajaan semut yang dipimpin ratu semut?
Nah, di kerajaan itu ada beberapa jenis semut lho, antara lain: 
1. Semut Ksatria: dia semut jantan yang mengawini ratu semut, hingga kemudian mati. Maka, ia disebut semut ksatria karena rela menyerahkan nyawanya demi keturunan mereka agar tetap berlangsung. Coba bayangin kalo gak ada semut jantan yang mau kawin dengan ratu semut? Semut musnah! 
2.  Ratu semut: dia tugasnya kawin terus bikin keturunan. (Ups!)
3. Semut pekerja: dia itu semut dewasa atau semut yang mandul.
4. Semut tentara: dia itu semut yang udah tua, semut yang harus cari makanan.

Dari beberapa penjelasan singkat tentang siapa saja yang ada di kerajaan semut. Muncul beberapa jawaban kenapa yang memimpin itu betina. Karena ternyata tugas dari semut jantan yang mengawini ratu semut, ia akan mati (Sungguh, kisah cinta yang tragis). Eots, tapi, untuk acara sakral mengawini ratu hingga menjadi tumbal kematian, mungkin gak ya ada prosesinya? Resepsi perkawinannya mungkin? resepsi kawinan ratu harus meriah donk, jangan kalah dengan respsi kawinannya Muzdalifah dan Nassar, haha..

Ups, lanjut deh! Kalo bagi mereka (semut) yang mandul, mereka disebut dengan semut pekerja atau semut dewasa. Mereka itu lah yang merawat semut-semut muda. Nah, ratu semut ngapain? Ratu semut kawin terus biar semakin banyak keturunan untuk mempertahankan kerajaannya, he…

Loh? Nah terus.. kok semut tua yang nyari makanan? Kan kasihan! Tapi ya mau gimana lagi? Seperti itu karena mencari makan memiliki risiko kematian yang tinggi, sehingga semut hanya berpartisipasi jika mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada kematian. Super sekali ya? Mereka sudah paham tentang konsep kematian.

Hal unik yang alin adalah mulai dari telur semut. Kalo telur itu dibuahi, maka akan menjadi betina (diploid); kalo tidak dibuahi, maka menjadi jantan (haploid). Unik ya? Setelah jadi telur, jadi larva semut-tidak memiliki kaki sama sekali dan tidak dapat menjaga diri sendiri. Makanya, buat semut yang mandul atau semut dewasa punya tugas untuk menjaga, merawat semut muda, larva, dan ratu.

Eits, kalo dipikir-pikir, ratunya ada satu atau ada banyak ya? Gak mungkin banyak semut yang mandul kan? Mungkinkah ada proses pemilihan ratu? Pemilihan Rati Semut 2012. Sepertinya menarik.

Terlebih ada kerajaan semut, sepertinya unik sekali. Bagaimana hubungan mereka dengan kerajaan semut-semut yang lain, ya? Mereka semua saling mengenal tidak ya? Haha.. tapi, dari artikel yang aku baca sih, mereka yang tidak dari satu koloni bakal bermusuhan dan serang-serangan. Hihi..

Fakta unik tentang semut yang belum kutemukan alasannya adalah…
Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia, Greenland, dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut.
Kenapa ya? Ada yang tahu jawabannya? Silakan tulis di “komentar”, hehe..
Sekian ah, sepertinya cukup banyak tulisan ini. Dari curhat jadi berbagi pengetahuan, lumayan! Semoga gak bosen, makasih sudah berkunjung dan membaca.

(Masih) Dasar semut!

Senin, 02 Juli 2012

Ingin Beli Apa di Surga?

Ini adalah sebuah obrolan via sms yang masih terdokumentasikan dengan rapi. Obrolan ini terjadi pada hari Sabtu, 12 Maret 2011. Sekedar hiburan saja sih.. monggo dibaca dan tinggalkan komentar, he…

Ade: “ Balas SMSnya lamaaaaaa, lagi tutorialan komputer  ya, Mas?”

Ain: “Nggak, De. Ini komputerku kena virus, sedang mencoba menghilangkannya. Sudah jadi maem, De?”

Ade: “He’em sudah  kenyang .. virus darimana? Apa dari flashdisk?”

Ain: “Bukan, itu .. dari tadi sore, gara-gara file yang aku download ada virusnya,hahaha ..”

Ade: “Malang betul nasibmu, sudah download lama, ada virusnya pula.”

Ain: “Betapa Malang, Surabaya, Kediri, Ponorogo, Jember, Banyuwangi....”

Ade: “Bisnis travelling ya, Mas?”

Ain: “Jual tiket masuk surga, transit Jatim dulu, hwkwkwkwk ..”

Ade: “Walah jangan dijual dulu, surga masih dalam perbaikan, salam dari panitia surga.”

Ain: “Lho, mumpung masyarakat lagi demam masuk surga, tiket lagi laris terjual. Soal keberangkatan, ntar nunggu konfirmasi panitia pembangunan surga, kalo udah layak huni, baru diumumkan jadwal keberangkatannya.”

Ade: “Yaa baiklah. Asal masyarakat nggak protes segera berangkat ke surga, karena waktu keberangkatan belom pasti, takutnya ricuh demo seperti di Mesir.”

Ain: “Yang penting bagi mereka udah boking dulu, biar hari H tetep bisa berangkat, mereka pada takut nggak kebagian tiket, padahal tiketnya bakal mencukupi buat mereka semua,haha ... Masyarakat kita ini memang lagi demam, jadi pada rebutan kalau ada proyek macam gini, antreane aja nggak rapi, aku malah khawatir kalo budaya nggak tertib macam gini masih dibawa sampe mau ke surga, bisa ditendang sama malaikat penjaga, terus bilang “ayo yang rapi!! Nggak mau antre, silahkan masuk neraka saja”,hwkwkwk ... “

Ade: “hahaha .. waah berarti kalo buka kursus “baris-berbaris rapi” bakal laku keras nih kalo dihubung-hubungkan dengan demam masuk surga dari masyarakat, entar tutor kursusnya minta tolong peternak bebek.”

Ain: “Hahahaiiii .. masih inget juga sama si bebek? boleh tuh .. peternak bebek bakal jadi orang yang kaya mendadak nih, banyak yang minta kursus baris, dia bisa pasang tarif tinggi, sama buka cabang di kota-kota besar dan kecil di seluruh dunia.”

Ade: “Kita sebagai mahasiswa bahasa juga bisa nimbrung bisnis nih, Mas .. ngajarin masyarakat untuk berbahasa yang baik dan benar saat ditanyain malaikat selama perjalanan menuju surga, hoho “

Ain: “Woih benar juga tuh, bisa dapet tambahan uang saku masuk surga, ntar disana bisa beli apa aja.”

Ade: “Emange kamu mau beli apa, Mas?”

Ain: “zzzZZZ. . . . .”

Mas Ain sudah tertidur saat itu. Sampai sekarang Ade masih belum menemukan jawabannya. Entah apa yang ingin dibeli Mas Ain di surga? Ade sedang mencari tahunya. Tunggu saja kelanjutan ceritanya. Kalau kamu? Pengen beli apa di surga? :D